Ujian Tengah Semester - Straight News
UJIAN TENGAH SEMESTER (SMT 1)
NPM: 210104200074
NAMA: RIZKY NURUL AFFANDI
SEMESTER: 1
KELAS: C
MATA KULIAH: DASAR
PENULISAN MULTIMEDIA (DPM)
A. STRAIGHT
NEWS
Kerangka 5W 1H
What: Penumpukan limbah masker sebanyak 859kg di DKI
Jakarta selama pandemi
Where: Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta
When: Kamis, 12 November 2020
Who: Kepala Badan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono
Warih dan Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup DKI
Jakarta, Rosa Ambarsari
Why: Limbah masker rumah tangga di DKI Jakarta
menumpuk selama pandemi dengan berat sebesar 859kg
How: Dikarenakan karena penggunaan masker di DKI
Jakarta sangat pesat. Maka dari itu, terjadilah penumpukan limbah masker rumah
tangga yang ada di DKI Jakarta.
Keterangan:
· Lead
· Bridge
· Body
· Leg
859
Kg Limbah Masker Bekas yang Berasal dari Rumah Tangga Terkumpul di DKI Selama
Pandemi
Kamis, 12 November 2020
Dalam
beberapa bulan terakhir, di Indonesia, khususnya Jakarta, terjadi peningkatan
jumlah orang yang menggunakan alat pelindung diri, khususnya masker. Ini
terjadi karena pandemi COVID-19.
Andono
Warih, Kepala Badan Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, mengatakan selama
pandemi, terkumpul lebih dari 800 kilogram sampah masker. Sejak merebaknya
pandemi di Jakarta (mulai Maret hingga 12 Desember 2020), limbah masker sudah
terkumpul.
"Selama
pandemi ini telah dikumpulkan 859,71 kilogram masker bekas dari Rumah
Tangga,"kata Andono melalui keterangan
tertulis, Kamis (12 November 2020).
Andono
mengatakan, limbah APD berasal dari limbah rumah tangga. Menurut dia, sampah
APD yang paling banyak terdapat pada sampah rumah tangga yaitu masker.
"Saat
terjadi pandemi COVID-19, penggunaan masker sekali pakai terbilang cukup
tinggi. Hal ini dibuktikan dengan adanya limbah masker bekas yang terbuang
bersama dengan sampah rumah tangga," ujarnya.
Andono
menjelaskan, limbah APD tersebut nantinya akan dimusnahkan. Sampah ini tidak
akan disatukan dengan sampah biasa.
Untuk lebih
memutus rantai penularan COVID-19, Departemen Pelayanan Lingkungan akan
mengklasifikasikan dan mengumpulkan limbah infeksius dari rumah tangga.
Misalnya, masker bekas yang harus ditangani dengan benar," ucapnya.
Antono
menambahkan: "Selain itu juga, Badan Perlindungan Lingkungan akan melakukan
kerja sama dengan tim pembuangan limbah berbahaya untuk memusnahkannya."
Menurut
laporan, Rosa Ambarsari, Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan
Hidup DKI Jakarta, menjelaskan rencana pengumpulan sampah APD masyarakat
dilaksanakan oleh aparat. Petugas akan mengklasifikasikan limbah medis dan
limbah rumah tangga.
"Jika yang dari masyarakat memang Dinas Lingkungan Hidup yang
menanganinya. Akan tetapi, tetap saja ujungnya itu adalah pihak ketiga dan dari
kita itu telah menetapkan satu kecamatan yaitu tempat khusus dipo yang berguna
untuk pengumpulan limbah medis dari masyarakat di setiap kecamatan, pada
tiap-tiap kecamatan itu terdapat satu lokasi yang didedikasikan untuk
pengumpulannya," ujar Rosa.
Ia melanjutkan, "Kemudian di tingkat kota, setiap kota memiliki
tempat limbah medis yang didedikasikan untuk masyarakat. Misalnya di Jakarta
utara terdapat Dipo Ancol."
Sebelum
limbah medis diangkut oleh pihak ketiga, petugas mengklasifikasikannya terlebih
dahulu. Setelah menyortir, pertama-tama dengan menyemprotkan limbah medis
dengan desinfektan.
"Nah,
fungsinya kita hadir yaitu melakukan pemilahan jika itu memang terdapat (sampah
medis) akan kita pilah. Setelah dipilah, kemudian dikumpulkan, lalu di
disinfeksikan. Setelah itu, barulah diangkut dari kecamatan ke kota. Nantinya
pihak ketiga akan mengangkut pada TPS yang skalanya kota, jadi Dinas Lingkungan
Hidup itu bekerja sama dengan pihak ketiga," ujarnya.
Sumber Berita: Kepala Badan Lingkungan Hidup DKI
Jakarta, Andono Warih dan Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan
Hidup DKI Jakarta, Rosa Ambarsari.
Sumber Foto: ilustrasi masker(reuters.com)

Komentar
Posting Komentar